animasi dan cerita

kode script :
My Widget

Sabtu, 01 April 2017

BAHAYA MEMBOLOS SEKOLAH DI KALANGAN PELAJAR
 
a. Pengertian Membolos Sekolah Perilaku membolos adalah perilaku yang dikenal dengan istilah truancy yang berarti pelajar yang pergi ke sekolah dengan berseragam, tetapi mereka tidak sampai ke sekolah. Perilaku membolos sekolah umumnya ditemukan pada pelajar mulai dari tingkat Sekolah Menengah Pertama. Membolos sekolah juga dapat diartikan sebagai perilaku pelajar yang tidak masuk sekolah dengan alasan yang tepat.

b. Faktor Penyebab Perilaku Membolos Sekolah Salah satu faktor penyebab perilaku membolos sekolah adalah terkait dengan masalah kenakalan remaja secara umum. Perilaku tersebut tergolong perilaku yang tidak mudah dihilangkan sehingga harus ditangani secara serius. Faktor penyebab perilaku membolos di kalangan pelajar yaitu:
1. Faktor Sekolah Faktor sekolah yang beresiko meningkatkan munculnya perilaku membolos sekolah pada pelajar antara lain kebijakan mengenai pembolosan yang tidak konsisten, interaksi yang kurang an tara orang tua siswa dengan pihak sekolah, dan lain-lain.
2. Faktor Personal Faktor personal misalnya terkait dengan menurunnya motivasi pelajar,kondisi ketinggalan pelajaran, atau karena kenakalan pelajar itu sendiri.
3. Faktor Keluarga Faktor keluarga meliputi pola orang tua dalam mengasuh anak atau kurangnya partisipasi orang tua dalam mendidik anak.

c. Dampak Negatif dari Perilaku Membolos Sekolah Pelajar yang sering membolos sekolah akan mengalami kegagalan dalam pelajaran, selain mengalami kegagalan dalam belajar pelajar tersebut juga dapat mengalami perasaan tersisihkan oleh teman-temannya. Hal ini terjadi karena manakala pelajar tersebut sudah begitu parah keadaannya sehingga teman-temannya menjauhinya. Dampak negatif dari perilaku membolos sekolah juga dapat membuat pelajar menjadi kehilangan rasa kedisiplinannya dan ketaatan terhadap peraturan sekolah berkurang, dan yang lebih parah adalah pelajar tersebut dapat dikeluarkan dari sekolah.

d. Cara Mengatasi Pelajar Membolos
Tanpa disadari, pihak sekolah bisa menjadi penyebab utama perilaku membolos sekolah pada pelajar, apalagi sekolah yang kurang memiliki kepedulian terhadap apa yang terjadi pada siswa. Awalnya barangkali siswa membolos karena faktor personal atau permasalahan dalam keluarganya. Kemudian masalah muncul karena sekolah tidak memberikan tindakan yang tegas.
Ketidak tegasan pihak sekolah inilah yang akan membuat pelajar membolos sekolah. Jika penyebab perilaku membolos adalah faktor tersebut, maka penanganan dapat dilakukan dengan melakukan penegakan disiplin sekolah. Peraturan sekolah harus lebih jelas dengan sanksi-sanksi yang dibuat secara tegas, termasuk peraturan mengenai presensi siswa sehingga perilaku membolos dapat dihilangkan.
Selanjutnya, faktor lain yang perlu diperhatikan pihak sekolah adalah kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di sekolah. Dalam menghadapi siswa yang sering membolos, pendekatan individual perlu dilakukan oleh pihak sekolah. Selain terkait dengan permasalahan pribadi dan keluarga, kepada siswa perlu ditanyakan pandangan mereka terhadap kegiatan belajar di sekolah, apakah siswa merasa tugas-tugas yang ada sangat mudah sehingga membosankan dan kurang menantang atau sebaliknya sangat sulit sehingga membuat pelajar putus asa.
Tugas pihak sekolah dalam membantu menurunkan perilaku membolos adalah mengusahakan kondisi sekolah hingga nyaman bagi siswa-siswanya. Kondisi ini meliputi proses belajar mengajar di kelas, proses administratif serta informal di luar kelas.
Dalam lingkungan sekolah, guru memiliki peran penting pada perilaku siswa termasuk perilaku membolos. Jika guru tidak memperhatikan siswanya dengan baik dan hanya berorientasi pada selesainya penyampaian materi pelajaran di kelas, peluang perilaku membolos pada siswa semakin besar karena siswa tidak merasakan menariknya pergi ke sekolah.
Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk memperhatikan siswa sehingga mereka tertarik datang dan merasakan manfaat sekolah adalah dengan melakukan pengenalan terhadap apa yang menjadi minat tiap siswa, apa yang menyulitkan bagi mereka, serta bagaimana perkembangan mereka selama dalam proses pembelajaran. Dengan perhatian seperti itu siswa akan terdorong untuk lebih terbuka terhadap guru sehingga jika ada permasalahan, guru dapat segera membantu. Dengan suasana seperti itu siswa akan tertarik pergi ke sekolah dan perilaku membolos yang mengarah pada kenakalan remaja dapat dikurangi.


e.Cara Pencegahan Perilaku Membolos Sekolah
Suatu perilaku yang menyimpang ternyata mempunyai latar belakang lingkungan dan kehidupan sosial yang buruk. Ini bisa terjadi dari lingkungan keluarga, teman dan masyarakat. Tidak jarang juga dari status ekonomi keluarga dalam masyarakat.
Faktor ekstrogen, remaja hidup dalam interaksi dengan lingkungan, sehingga mendapat pengaruh yang besar pula bagi pembentukan pribadinya. Lingkungan yang sehat dengan menanamkan pendidikan yang benar dan ada hubungan yang harmonis memungkinkan seseorang dapat menjadikan lebih dewasa dan matang dalam kepribadian. Keadaan keluarga, sekolah dan masyarakat menentukan pula kemungkinan berkembangnya pribadi tersebut.
Usaha penanggulangan masalah kenakalan ini adalah dengan belajar kasus menggunakan pendekatan terapi realitas. Konsep dasarnya adalah kenyataan yang sebenarnya yang akan dihadapi tanpa memandang jauh ke masa lalu. Pendekatan ini juga bisa dikatakan atau menekankan pada masa kini. Pendekatan ini akan membimbing anak mampu menghadapi apa yang akan dihadapinya, mampu mengambil keputusan yang tepat untuk kedepannya. Sikap humanis ini ditunjukkan untuk memberikan gambaran dan bimbingan yang menghargai hak-haknya dan mengarahkan untuk pemenuhan kewajiban-keajiban yang harus dijalankan.
Dalam hal ini juga tidak semata-mata bisa di lakukan oleh pihak sekolah tetapi juga oleh pihak keluarga, sekolah dan masyarakat harus juga berpartisipasi mengembangkan bakat dan kemampuanya secara seimbang baik dalam bidang non material maupun dalam bidang spiritual agar tidak terjadi prilaku yang menyimpang.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam menangani anak yang suka bolos sekolah :
1. Setelah mengetahui alasan mengapa anak bolos sekolah, maka segera lakukan tindakan yang diperlukan. Jika penyebabnya adalah bullying, maka orangtua harus segera berbicara dengan otoritas sekolah. Jika anak bolos sekolah untuk menghabiskan lebih banyak waktu dalam kegiatan lain, maka orangtua harus memberi dukungan atas minatnya tersebut. Tetapi orangtua pun harus memberi tahu anak bahwa anak tidak dapat melakukan hal itu dengan mengorbankan pendidikan formalnya. Orangtua mengajari anak cara menyeimbangkan kegiatan ektrakurikulernya di dalam dan di luar sekolah.
2. Jika anak bolos sekolah karena memiliki masalah dengan suatu mata pelajaran tertentu, orangtua harus membantu anak keluar dari kesulitan tersebut. Jika orangtua tidak dapat melakukannya sendiri, maka orangtua dapat menemukan orang yang tepat untuk membantu dalam hal ini.
3. Masalah orangtua boleh jadi sedikit lebih rumit jika ternyata anak bolos sekolah semata untuk hangout dengan rekan-rekannya. Pada kasus seperti ini, orangtua harus menginformasikan pada anak tentang jahatnya efek negatif dari tekanan kawan sebaya dan betapa pentingnya pendidikan formal. Kalau perlu mengundang orangtua dari kawan anak dan bersama-sama mendiskusikan perkembangan perilaku anak disekolah.
4. Menunjukkan kepada anak dengan contoh bagaimana akibat dari mengabaikan studi dapat membuat anak gagal di masa depannya. Orangtua harus mencari tahu apa yang dilakukan anak saat bolos sekolah.
5. Setelah orangtua mengambil langkah-langkah tersebut, orangtua harus menindaklanjuti dengan mengecek kehadiran anak disekolahnya secara teratur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar